//
you're reading...
Info

Membaca Bahasa Tubuh yang Sedang Berbohong


Ketika Rhani Juliani di wawancara di Metro TV, seorang pengamat mengatakan bahwa Rhani Juliani sedang berbohong. Gaya duduknya yang anggun, bicaranya yang lembut sangat kontras dengan pesan-pesan non verbalnya. Bola matanya yang sering melihat ke atas dan  gerakan bibirnya menunjukkan ia sedang menghafal kalimat demi kalimat yang akan ia sampaikan kepada audience di seluruh Indonesia. Intinya, ia sedang meragukan jawabannya sendiri dan tidak sedang berbicara atas pesanan hati nuraninya.

Bibir boleh berbohong, tetapi gerakan tubuh seseorang tak dapat menutupi suasana hati. Bahasa tubuh kita tidak bisa menyembunyikan  rahasia apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan.  Kita mengerti orang menyayangi dan membenci, menyambut atau menolak kita, walaupun tak terucap melalui gerakan tubuh, gerakan mata, ekspresi wajah, penggunaan jarak berbicara (misalnya dengan cara menghindar), kecepatan dan volume bicara, bahkan dengan diamnya seseorang atau “dinginnya” seseorang pada kita.

Penelitian komunikasi yang dilakukan Mehrabian dalam DeVito(1997:181) memperlihatkan dampak perilaku bahasa tubuh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh kata-kata, dengan komposisi sebagai berikut : Verbal = 7%  ; Intonasi kata = 38 % dan Wajah = 55 %.  Penelitian itu menunjukkan efek bahasa tubuh seseorang yang dirasakan oleh orang lain, dimana bahasa tubuh memberikan pengaruh besar dalam komunikasi dibandingkan  dengan kata-kata.

Pada umumnya menurut Mehrabian, seorang pembohong kurang bergerak dibanding dengan orang yang berkata sebenarnya.  Pembohong berbicara lebih lambat dan membuat lebih banyak kesalahan bicara. Pembohong menurut Mehrabian, menggunakan lebih sedikit kata-kata, terutama dalam menjawab pertanyaan dan jika menjawab sesuatu pertanyaan, ia menjawab dengan tidak mendalam.

Sementara yang ditemukan oleh Myrna Foster, Marston dan Coddy (1984) dalam DeVito (1997), pembohong berhenti (pause) lebih lama sebelum menjawab pertanyaan dan menggunakan jeda lebih lama selama komunikasi mereka. Sedangkan menurut Pease (1984), Morris (1977) beberapa gerak-gerik yang menunjukkan kebohongan adalah menutup mulut (tangan dimulut dan ibu jari di pipi), memegang hidung dan menggosok mata.

Namun petunjuk-petunjuk penelitian ini bisa saja menyesatkan. Penelitian ini hanya boleh dijadikan hipotesis bukan kesimpulan. Orang  bicara dengan menutup mulut bisa jadi karena belum gosok gigi dan menggosok mata karena kelilipan….

About Made Sumitre

Saya hanya menulis dan membagikan apa yang sudah pernah saya baca.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

header

Timnas Indonesia Tim Sepakbola Nasional Indonesia mengenakan kostum baru yang diluncurkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.... Baca selengkapnya »

Anak Indonesia jadi siswa terbaik sekolah MU Anak Indonesia dari pasangan perkawinan campur, Jack Brown (11),.... Baca selengkapnya »

Timnas AFF Kuartet pemain Indonesia yang bermain di klub CS Vise di Divisi II Liga Belgia, yakni Syamsir Alam.... Baca selengkapnya »

TImnas IndonesiaPelatih Timnas PSSI, Nil Maizar, mengaku telah menemukan bentuk permainan timnas… Baca selengkapnya »

Blog Stats

  • 328,954 hits
%d bloggers like this: