//
you're reading...
Makanan

Ingin Cerdas? Makanlah Lebih Banyak Cokelat


TEMPO.CO, Jakarta – Dalam sebuah catatan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, Dr Franz H. Messerli, seorang ahli jantung di St Luke”s-Roosevelt Hospital di New York City, mengaitkannya dengan keunggulan cokelat. Kakao, katanya, mengandung flavanols, senyawa nabati yang dalam studi sebelumnya terbukti memperlambat penurunan kognitif terkait usia.

Messerli bertanya-tanya “apakah akan ada korelasi antara tingkat konsumsi cokelat suatu negara dengan fungsi kognitif penduduknya. Tapi karena tidak ada data pada keseluruhan yang tersedia untuk publik, ia memutuskan untuk menggunakan jumlah pemenang Penghargaan Nobel per kapita sebagai pembandingnya.

Messerli mempelajari di Wikipedia dan mengunduh daftar negara dalam peringkat  peraih Nobel per kapita dan kemudian dibandingkan dengan data konsumsi coklat tahunan setiap negara per kapita, diperoleh dari asosiasi perdagangan cokelat. Apa yang dia temukan adalah “korelasi mengejutkan yang kuat” antara keduanya.

Negara dengan pemenang Penghargaan Nobel satu orang per 10 juta orang adalah juga negara dengan konsumsi cokelat terbesar per kapita di dunia, Swiss. Swedia berada di posisi kedua, dan Denmark di tempat ketiga.

AS berada di tengah-tengah, bersama dengan Belanda, Irlandia, Perancis, Belgia, dan Jerman, menurut analisis Messerli itu. Di bagian bawah daftar adalah Cina, Jepang, dan Brasil.

“Jelas, temuan ini hanya hipotesis dan harus diuji dalam uji coba,” tulis Messerli, dengan mencatat bahwa data tersebut tidak membuktikan bahwa makan cokelat sebenarnya menyebabkan fungsi intelektual menjadi super. Bisa jadi, misalnya, bahwa kebetulan saja orang yang pintar makan lebih banyak cokelat.

Namun, setidaknya satu pemenang Nobel, Eric Cornell, seorang fisikawan Amerika yang memenangkan  Penghargaan Nobel pada tahun 2001, adalah penggemar berat cokelat. Dia bercanda kepada Reuters  bahwa makan coklat hitam itu memang rahasia kesuksesannya. “Secara pribadi saya merasa bahwa coklat susu membuat Anda bodoh. Sedang dark chocolate adalah sebaliknya,” katanya. Tentu saja, dia tak sedang serius dengan omongannya.

About Made Sumitre

Saya hanya menulis dan membagikan apa yang sudah pernah saya baca.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

header

Timnas Indonesia Tim Sepakbola Nasional Indonesia mengenakan kostum baru yang diluncurkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.... Baca selengkapnya »

Anak Indonesia jadi siswa terbaik sekolah MU Anak Indonesia dari pasangan perkawinan campur, Jack Brown (11),.... Baca selengkapnya »

Timnas AFF Kuartet pemain Indonesia yang bermain di klub CS Vise di Divisi II Liga Belgia, yakni Syamsir Alam.... Baca selengkapnya »

TImnas IndonesiaPelatih Timnas PSSI, Nil Maizar, mengaku telah menemukan bentuk permainan timnas… Baca selengkapnya »

Blog Stats

  • 328,644 hits
%d bloggers like this: