//
you're reading...
Berita

Anggota DPRD Padang terancam dibui karena aniaya anak & istri


anggota-dprd-padang-terancam-dibui-karena-aniaya-anak-amp-istrimerdeka.com – Anggota DPRD Padang, Sumatera Barat, Musni Zen didakwa melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan menganiaya anak dan isterinya. Politisi Partai Gerindra itu diancam hukuman empat bulan penjara dan denda Rp 5 juta oleh jaksa pada sidang di Pengadilan Negeri Padang.

Musni Zein (40) didakwa memelintir tangan dan melempar anak kandungnya Flori Zelvia (16) dengan ember. Atas perbuatannya, jaksa menjerat dengan Pasal 44 ayat (1) Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dugaan penganiayaan oleh Musni Zen terjadi pada 25 Maret lalu di rumahnya Kompleks Perumahan Bumi Minang 1, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Terdakwa melakukan penganiayaan terhadap anak kandung dan istrinya,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elly Roza, seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/12).

Dakwaan, penganiayaan yang dilakukan Musni berawal ketika dia menyuruh Flori Zelvia untuk meminta uang Rp 500 ribu kepada Jusniati. Namun Flori menolak dan tidak mau mengikuti perintah ayah kandungnya itu dan keduanya sempat bertengkar.

Lalu Flori masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Ketika itu, terdakwa mengaku ingin ke toilet dan meminta Flori membuka pintu.

Tapi Flori tidak mau membukanya, sehingga terjadi tarik-menarik, sehingga tangan Flori terkilir. Mendapat kekerasan dari ayahnya, Flori menangis, dan Musni juga sempat melemparnya dengan ember.

Setelah kejadian tersebut, Jusniati datang dan menanyakan kepada Musni, mengapa tega memelintir tangan anaknya. Tetapi bukannya jawaban yang didapat, Jusniati malah dicekik hingga terjatuh karena didorong dengan keras.

“Terdakwa juga melempar istrinya dengan kerikil serta memecahkan kaca jendela,” kata Elly Roza.

Tidak terima perbuatan suaminya, Jusniati dan Flori akhirnya melapor ke polisi. Dalam visum yang dilakukan dr Sri Hartati dari RSUD dr Rasidin terungkap kalau leher Jusniati mengalami memar, tangannya juga terluka dan mengeluarkan darah.

Sedangkan Flori mengalami luka memar di pergelangan tangan dan terluka di jari manis. Atas dasar itu, penyidik di Polsekta Kuranji melakukan penyidikan dan akhirnya menetapkan Musni Zein sebagai tersangka. Kasus ini dilimpahkan ke Kejari Padang dan akhirnya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Padang.

Musni Zen membantah memelintir tangan Flori. Tapi Jaksa bersikukuh kalau apa yang dituangkan dalam dakwaan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kedua korban dan beberapa saksi.

“Keterangan itu sesuai BAP dan diucapkan di bawah sumpah. Semuanya akan dibuktikan nantinya dalam persidangan,” katanya.

Advertisements

About Made Sumitre

Saya hanya menulis dan membagikan apa yang sudah pernah saya baca.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

header

Timnas Indonesia Tim Sepakbola Nasional Indonesia mengenakan kostum baru yang diluncurkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.... Baca selengkapnya »

Anak Indonesia jadi siswa terbaik sekolah MU Anak Indonesia dari pasangan perkawinan campur, Jack Brown (11),.... Baca selengkapnya »

Timnas AFF Kuartet pemain Indonesia yang bermain di klub CS Vise di Divisi II Liga Belgia, yakni Syamsir Alam.... Baca selengkapnya »

TImnas IndonesiaPelatih Timnas PSSI, Nil Maizar, mengaku telah menemukan bentuk permainan timnas… Baca selengkapnya »

Blog Stats

  • 346,967 hits
%d bloggers like this: