//
you're reading...
Berita

Belum ada kader Golkar layak jadi calon presiden masa depan


belum-ada-kader-golkar-layak-jadi-calon-presiden-masa-depan-wawancara-suhardiman-1Sebagai salah satu pendiri Golongan Karya (Golkar), Suhardiman menilai pemecatan tiga kader muda partai itu – Poempida Hidayatulloh, Nusron Wahid, dan Agus Gumiwang Kartasasmita – lantaran mendukung pasangan Joko Widodo-Muhammad Jusuf Kalla bukan keputusan tepat.

Selain tidak memiliki melanggar prosedur, dia menganggap tindakan itu bertentangan dengan demokrasi. “Pemecatan itu mematikan karya yang dipecat,” kata Suhardiman saat ditemui kemarin sore di teras rumahnya nan asri di Jalan Kramat Batu, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Meski usianya sudah sembilan dasawarsa, Suhardiman masih tetap mengikuti perkembangan politik tanah air, termasuk kisruh di tubuh Golkar menjelang pemilihan presiden. Dia bahkan ingat tanggal lahirnya, yakni 16 Desember 1924. Dia masih mampu berjalan meski harus dituntun.

Berkemeja merah kotak-kotak dan bercelana panjang hitam, Suhardiman seraya duduk bersandar di kursi jati dan kedua lengan terus bergetar menjawab semua pertanyaan dengan santai. Selama setengah jam wawancara dia tidak minum.

Berikut penuturan Suhardiman kepada Ahmad Baiquni dan Faisal Assegaf dari merdeka.com.

Bagaimana Anda melihat kasus pemecatan kader Golkar?

Pemecatan itu dasarnya kurang kuat. Menurut pandangan saya sewenang-wenang. Ini kan demokrasi. Demokrasi itu berhak menentukan pilihan ke mana. Jadi kalau nggak setuju, ya nggak setuju. Tapi bukan lalu mematikan karya.

Pemecatan itu mematikan karya yang dipecat. Jadi menurut saya itu langkah kurang tepat, kurang benar.

Tapi kalau Anda melihat dalam tiga kali pemilu, 2004, 2009, dan sekarang, Golkar suaranya selalu terbelah. Apakah itu menunjukkan Golkar tidak solid lagi?

Saya satu-satunya pendiri Golkar masih hidup. Golkar harus dikembangbiakkan bukan malah terpecah belah. Jadi itu kurang gerilya daripada Aburizal Bakrie. Pandangan saya, Aburizal Bakrie itu bukan ingin membesarkan anak buah, tapi ingin membesarkan diri sendiri, mencari kedudukan, mencari jabatan sendiri.

Saya pernah mengingatkan jangan coba-coba menjadi raja tapi lebih fokus berperan sebagai dalang. Karena secara historis sosiologis mesti Jawa. Dia kan bukan orang Jawa. Jadi garis pemimpin Indonesia itu ya Jawa. Nah, Jokowi ini kan Jawa.

Apa terbelahnya Golkar lantaran pemimpin tidak bisa jadi panutan dan pemersatu?

Tadi kan sudah saya katakan pemimpin Golkar itu Aburizal Bakrie. Dia bukan membesarkan yang dipimpin, tapi dia sendiri ingin dibesarkan, ingin mencari kedudukan, ingin mencari popularitas. Yang anu nggak setuju dipecat. Itu kan bukan seorang pemimpin.

Seorang pemimpin itu menjadikan kader-kadernya menjadi pemimpin di masa depan. Dia seharusnya mencari kader-kader bisa menggantikan dia pada waktunya.

Berarti Aburizal seperti mendompleng kejayaan Golkar?

Ya, dia tidak memikirkan Golkar. Dia memikirkan dirinya sendiri.

Menurut Anda, sejak kapan Golkar mundur?

Golkar mundurnya setelah dipimpin Aburizal Bakrie karena dia tidak membesarkan yang dipimpin. Dia membesarkan dirinya sendiri. Saya belum pernah melihat ada pendidikan politik kader bangsa. Kader inilah akan menjadi penerus.

Ini mana kader-kadernya telah melalui pendidikan? Nggak ada. Ketika saya jadi ketua umum SOKSI, saya utamakan besarkan seluruh Indonesia. Pendidikan politik kader bangsa bukan kader SOKSI. Wawasannya luas, nah SOKSI termasuk bagian dari bangsa.

Jadi selama dipimpin Aburizal kaderisasi tidak berjalan bagus?

Ya, tidak ada pendidikan politik kader bangsa, berarti kan malah makin kurang kadernya.

Berarti untuk Pemilu 2019 belum ada kader Golkar layak untuk menjadi calon presiden?

Nggak ada.

Bagaimana dengan Priyo Budi Santoso?

Dia sudah tidak di DPR, dia kan ke Prabowo. Itu kan keliru. Mengapa tidak ke Jokowi.

Memangnya memilih Jokowi itu keputusan tepat?

Ini ramalan Jayabaya. Yang memimpin Indonesia itu tiga tokoh berturut-turut. Ini singkatan. Pertama kali satrio kinunjoro. Orang keluar masuk penjara. Siapa? Soekarno.
Kedua, satrio mukti wibowo, Pak Harto. Ketiga, satrio piningit. Ini sekarang kita tunggu, siapa satrio piningit. Gambaran satrio piningit adalah orang tumbuh dari bawah. Karena dia dapat rida dari Tuhan Maha Esa maka jadi pimpinan ketiga. Satrio piningit itu ialah Jokowi.

Perlu diketahui, kita termasuk negara berkembang. Lihat negara yang berkembang, dikontrol oleh negara adikuasa. Satu-satunya adikuasa adalah Amerika. Di mata Amerika, Prabowo itu pelanggar hak asasi manusia berat. Tidak akan mungkin dia itu menang. Yang menang satrio piningit itu ialah Jokowi.

Berarti setelah eranya Jokowi, balik lagi ke orang keluar masuk penjara?

Nggak. Satrio piningat kan Jokowi. Nah, Jokowi ini berapa tahun, ini kan tidak hanya melihat Jokowi. Juga harus melihat siapa menjagoi Jokowi dari belakang. Kan PDIP. Jadi
kepemimpinan ini juga tergantung Ibu Megawati. Siapa tahu nanti dia akan menjadi pemimpin internasional, bukan hanya di Indonesia.

Pada pemilu lima tahun mendatang, menurut Anda Golkar bakal seperti apa?

Jika Golkar masih di bawah kepemimpinan Aburizal, peluang itu kecil. Karena untuk lima tahun akan datang pimpinan nasional kan telah ganti. Siapa? Kan Jokowi. Jokowi ini adalah baik langsung atau tidak langsung dengan PDIP. Jadi, di situ akan tergilas Golkar jika di bawah kepemimpinan Aburizal.

Menurut Anda, siapa layak menggantikan Aburizal?

Jika belum ada yang muncul, bentuk saja presidium. Seperti saya memecat Ade Komarudin, saya bentuk presidium sampai menemukan orang mampu.

Jadi belum ada yang pantas memimpin Golkar?

Belum karena belum ada kaderisasi bagus. Seorang pemimpin berasal dari kaderisasi. Pendidikan politik kader bangsa ini belum ada.

Biodata

Nama:
Letnan Kolonel Purnawirawan TNI Suhardiman

Tempat dan Tanggal Lahir:
Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924

Jabatan:
Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI)
Pendiri Partai Golkar

Advertisements

About Made Sumitre

Saya hanya menulis dan membagikan apa yang sudah pernah saya baca.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

header

Timnas Indonesia Tim Sepakbola Nasional Indonesia mengenakan kostum baru yang diluncurkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.... Baca selengkapnya »

Anak Indonesia jadi siswa terbaik sekolah MU Anak Indonesia dari pasangan perkawinan campur, Jack Brown (11),.... Baca selengkapnya »

Timnas AFF Kuartet pemain Indonesia yang bermain di klub CS Vise di Divisi II Liga Belgia, yakni Syamsir Alam.... Baca selengkapnya »

TImnas IndonesiaPelatih Timnas PSSI, Nil Maizar, mengaku telah menemukan bentuk permainan timnas… Baca selengkapnya »

Blog Stats

  • 351,565 hits
%d bloggers like this: